Purnama
Bagiku, setiap bulan dalam kalender memiliki tiga hari yang ku tunggu tunggu. Rembulan bersinar. Lelangit berpendar. Ayyamul Bidh atau hari hari putih itu tiba. Sepanjang hari menanti. Menyaksikan purnama yang bikin merindu.
Bagiku, dimana pun, di tanah kelahiran, negeri rantauan, di benua atau samudera manapun, purnama selalu indah. Tak peduli betapa pun aku merintih, merindu, tetap saja ia tergantung di langit sana. Sekejap membuatku tersenyum. Meskipun hari yang ku lalui menyakitkan. Dia tetap bersinar. Memberi cahaya.
Bagiku, purnama selalu istimewa. Tergugu dan termangu kala melihatnya. Terpaku dan membisu. Sejenak, membuat hati yang retak menjadi tenteram. Mendamaikan. Begitu menjanjikan.
Semoga kamu juga menatap purnama yang sama.
Bukankah langitmu saat ini juga gelap, kawan?
Meski jarak terpisah ribuan mil jauhnya?
Nov 17, 2021
Khartoum
:"(
BalasHapus