Nun Jauh disana

 Ibu,

Hari raya disini tak sama lagi

Tak ada petasan 

yang berdentum berisik

Tak ada suara krucil krucil

yang datang untuk diberi 

amplop mini

Tak ada suaramu

yang meneriakiku

Membersihkan ini dan itu

Yang kadang aku lesu

Bahkan sekedar kau suruh


Ibu,

Disini tak ada sanak saudara

Yang dapat aku candai

Kumintai tunjangan hari raya

dari kantong mereka

Disini aku tidak tahu 

mesti kemana

Berkunjung pada siapa

Aku tidak tahu, ibu


Ibu,

Aku tak lagi mendengar

suara gema takbir yang sama

Tak lagi membawa ember,

Untuk kemudian aku

membersihkan teras rumah

Tak lagi ku lihat 

aku yang sumringah menyetrika baju baru

Lantas tersenyum berseru

Membayangkan untuk

mengenakannya esok hari

Tak lagi melihat suasana itu


Ibu, 

Disini dengan keluarga baru

Aku merayakan dengan haru

Sebab tak lagi

Melihat sosokmu

juga rumah dan segala yang ku rindu


Ibu, 

Melihat seonggok ketupat

Telah membuatku rindu

Tak ada lagi parsel favorit ku

Yang ditata rapi dan lucu

Tak ada lagi teman-teman

yang sekedar datang menyapa

Apalagi berjalan bersama

Tak ku temui canda dan tawa

Dengan teman sebayaku, ibu


Ibu,

Jauh disini aku berada

Tak lagi dengan orang yang sama

Juga tempat dan lingkungannya

Semua tak lagi sama


Belasan tahun sudah

Aku bersama 

Kini, kali pertama

Aku tak lagi disana


Maka ibu,

Bolehkah aku rindu?


Khartoum, 05.08 sore hari

Saat aku melihat suasana Indonesia

dari kejauhan ini

Komentar

Postingan Populer