Mati Kata

 Mati Kata

Daku pernah terusik rasa

Pada seorang Adam

Kala ku dengar bisik 

Seketika kalbu berisik

Apatah lagi kala ku tahu

Dia melempar rasa jua


Bertungkup malu

Bermelodikan sendu

Setengah lusin tahun lamanya

Bercengkrama bersama

Meski tiada kata indah


Kau tahu, Abang?

Lama masa yang dinda untai?

Benang emas yang di pintal?

Sebab rasaku yang membuncah?


Ku rajut kian bertambah

Ku henti tak jua mahu

Nahasnya, ku rawat rajutan kasih


Bilakah daku dapat melupa, Abang?

Lusin tahun lamanya?

Atau bahkan windu dan dasawarsa?

Engkau dengan mudah melupa

Sedang dinda meronta-ronta karenanya


Sembab hati 

Lebam bak mayat

Mata tak lagi berair

Sedih nian kisah ini

Sebab daku nyaris mati


Tiada lagi kata terlontar

Sebab ku tahu betapa pedihnya

Kala ku tahu kita tak akan bersama

Hanya sebatas kisah masa remaja


Ku beri rajutan tangan

Padamu ku beri

Terimalah, lalu pergi lekas lah

Semoga engkau jumpa bahagia

Dengan ratu mu nantinya 

20 Juni 2022

Khartoum, Sudan

Setelah sepertiga bulan ku tangisi


Komentar

Postingan Populer